Selamat Datang Di Blog Kami " Karang Taruna Bakti Mulia " Jetis Cangkol Bekonang Mojolaban Sukoharjo Solo Jawa Tengah Indonesia.

KARANG TARUNA BAKTI MULIA 
JETIS CANGKOL MOJOLABAN

Salah satu wadah organisasi sosial kepemudaan di Dk.Jetis Dk. Cangkol Kec. Mojolaban Kab. Sukoharjo - Solo Jawa Tengah  Indonesia, yang bertujuan untuk menampung aspirasi,gagasan dan ide-ide dalam kerja sosial kemasyarakatan dan kepemudaan khususnya dikampung dan umumnya diseluruh Indonesia.



VISI 

Menjadikan Pemuda yang mandiri, Berbudi Pekerti Luhur,Terdidik,Cerdas dan tanggap terhadap perubahan arus modernisasi dan globalisasi peka terhadap kerja sosial masyarakat dan kepemudaan, hormat pada yang tua, mnghargai sesama,mencintai yang muda ,taat kepada Allah SWT dan berbakti kepada  tumpah darah Indonesia.


MISI
  • Karang Taruna Bakti Mulia sebagai wadah organisasi sosial kepemudaan yang menjadikan tempat untuk berkomunikasi, beraspirasi dan menyampaikan gagasan atau ide-ide untuk kemajuan dan persatuan antar masyarakat kampung khususnya dan seluruh indonesia pada umumnya.
  • Karang Taruna Bakti Mulia sebagai organisasi Kepemudaaan yang mampu berpartisipasi aktif untuk kerja sosial dimasyarakat dari berbagai macam lapisan, latar belakang dan profil.
  • Karang Taruna Bakti Mulia sebagai organisasi Kepemudaaan sebagai jalur dan sarana untuk menyampaikan aspirasi dan langkah terdepan dalam kemajuan  sebuah kampung pada khususnya dan bangsa indonesia pada umumnya.

   HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA KARANG TARUNA  

  • Hak Anggota Karang Taruna 
    1. Mendapatkan pelayanan yang sama dalam rangka menyelenggarakan program-program organisasi. 
    2. Menyampaikan pendapat, saran, bertanya dan menyampaikan kritik baik secara lisan maupun tetulis kepada organisasi.
    3. Menjadi pengurus karang taruna bagi setiap anggota aktif yang memenuhi persyaratan tertentu. 
    4. Memilih dan dipilih bagi setiap anggota aktif sesuai dengan mekanisme organisasi. 
    5. Memperoleh fasilitas keanggotaan.
  • Kewajiban Anggota Karang Taruna
    1. Mematuhi Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga Karang Taruna serta ketentuan-ketentuan organisasi lainnya. 
    2. Membayar Iuran Wajib ( Kas ) dan Iuran lain yang telah sama-sama disepakati dalam musyawarah. 
    3. Menjaga nama baik organisasi. 
    4. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan organisasi dan berpartisipasi aktif dalam organisasi karang taruna.


    Salam Hangat
    BAKTI MULIA  JETIS - INDONESIA




    “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) 

    SUMPAH PEMUDA

    Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.
    Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan 





    Sumpah Pemuda versi orisinal:
    Pertama
    Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
    Kedoea
    Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
    Ketiga
    Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
    Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:
    Pertama
    Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
    Kedua
    Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
    Ketiga
    Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


    Teks sumpah pemuda ini dibacakan saat Kongres Pemuda Kedua. Kongres pemuda ini kedua ini digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI),sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Pada saat itu diperdengarkan pula lagu Indonesia Raya tanpa syair oleh Wage Rudolf Supratman.


    Mengingat Kembali Rapat Kongres Pemuda II

    Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.
    Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
    Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
    Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.

    (Noted from wikipedia)




    Semangaddzz............